Mengapa Bayi Menangis?


Pada aspek perilaku semua bayi, menangis merupakan perilaku bayi yang sangat dikenal oleh orangtua, dokter, dan semua pemerhati anak. Dan pasti semua anak menangis. Menangis merupakan satu-satunya jalan bagi bayi untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Tangisan bayi merupakan stimulus auditori yang kompleks. Kadang-kadang pada minggu pertama bila menangis bayi tidak mengeluarkan air mata.

Beberapa hal yang perlu diketahui orangtua mengapa bayi menangis adalah :

  1. Lapar.
    Merupakan penyebab utama bayi menangis. Setiap bayi bervariasi terhadap kecukupan makannya. Biasakan untuk memberikan ASI / susu pada bayi sesuai kebutuhan, atau setiap saat bila bayi terlihat lapar.
  2. Haus.
    Hampir sama dengan rasa lapar. Pada bayi yang diberikan susu formula biasanya lebih cepat haus dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI. Pada udara panas bayi juga memerlukan cairan lebih banyak.
  3. Tidak nyaman.
    Biasanya bayi akan menangis bila merasa tidak nyaman, seperti basah karena mengompol, udara terlalu panas atau terlalu dingin, cahaya lampu terlalu terang langsung menuju matanya, atau bila gigi baru mulai tumbuh.
  4. Nyeri atau sakit.
    Bayi yang merasa nyeri atau sait akan tiba-tiba menangis keras atau mengerang terus menerus. Dalam hal ini bila tidak ditemukan penyebabnya sebaiknya segera dibawa ke dokter
  5. Terlalu capai.
    Misalnya terlalu lama dalam perjalanan, ikut dalam perjalanan jarak jauh. Mungkin dengan mengayun-ayunkan, bayi akan berhenti menangis atau akhirnya akan berhenti menangis karena kecapaian.
  6. Tidak menyukai suasana gelap.
    Beberapa bayi tidak menyukai berada di ruangan gelap saat tidur. Mungkin dapat dipakai lampu kecil untuk tidur.
  7. Merasa sendiri.
    Pada banyak kasus bayi menangis bila merasa sendiri. Mereka biasanya ingin diangkat dan dipeluk sehingga merasa dekat dengan seseorang.
  8. Rasa bosan.
    Kebanyakan bayi akan merasa bosan bila terlalu lama duduk dalam kereta dorong atau di taruh di tempat tidurnya. Untuk itu perlu diberikan alat permainan atau ditemani saat mereka ada dalam kereta dorong atau tempat tidurnya.
  9. Bising atau ribut.
    Suara bising atau ribut yang tiba-tiba kadang membuat anak menangis.
  10. Kolik (nyeri abdomen)
    Biasanya dijumpai pada bayi sampai usia 4 bulan. Dapat terjadi mulai usia 2-3 minggu dan mencapai puncaknya usia 6 minggu. Biasanya terjadi pada sore sampai malam hari. Bayi terlihat sangat kesakitan, menangis keras, terlihat posisi kaki seperti kaku dan dapat berlangsung sampai 3 jam, dan lebih dari 3 kali seminggu atau dapat terjadi setiap hari. Tangisan ini tidak dapat atau sulit ditenangkan atau diredakan. Biasanya akan menghilang sendiri pada usia di atas 3 bulan atau 4 bulan. Pada perkembangan selanjutnya tidak ditemukan masalah perilaku, temperamen atau aspek psikologi lainnya. Mengenai penyebab pasti belum diketahui. Beberapa teori dikemukakan seperti masalah pencernaan, masalah hormonal, berkaitan dengan temperamen dan sikap orangtua menghadapi anak.

Beberapa kiat untuk membantu anak supaya tidak menangis :

  1. Lakukan gerakan mengayun (stimulasi vestibuler)Seperti mengayun dengan kereta dorong, ayunan bayi atau mengajak anak naik mobil
  2. Melakukan usapan (stimulasi taktil)
    Seperti membelai, mendekap, memeluk anak, menepuk-nepuk punggung anak, melakukan pemijatan pada bagian tangan dan kaki. Letakan anak pada lengan orangtua dengan posisi kepala anak di siku orangtua dan bagian kaki pada lengan orangtua.
  3. Berikan rangsangan dengan suara (stimulasi auditori)
    Perdengarkan musik dengan irama yang pelan seperti musik klasik, ajak bicara bayi dengan suara perlahan, dekap bayi dekat dengan jantung ibu. Sumber IDAI.or.id
0 Responses

contact us